LKTM Universitas Hasanuddin 2016, Secuil “dendam” yang terbayar TUNTAS

Universitas Hasanuddin Makassar merupakan salah satu Kampus terbaik di Indonesia Timur, di kampus ini pula diretas mimpi seseorang pemuda untuk keliling Indonesia 2,5 tahun lalu (31 Bulan lebih presisinya). Rektorat melalui direktur Kemahasiswaan mengadakan Event (gratis) bagi seluruh mahasiswa di Indonesia tiap 2 tahun sekali dengan judul Lomba Karya Tulis Maritim (LKTM) untuk menampung segala aspirasi terbaik mahasiswa seluruh indonesia tentang perkembangan maritim dari berbagai sektor dan sudut pandang.

Karena literally gratis, atau tanpa dipungut biaya registrasi maupun pengiriman ya tak usah berharap banyak lah soal pelayanan. bagaimana bisa coba finalis yang laki-laki ditempatkan di sekelas RAMSIS “rumah hantu” yang (ah sudahlah, hanya akan membuat emosi kalau di ingat.. tapi ingat ndak bisa protes namanya juga gratis, masih syukur dikasih tempat bernaung). Belum lagi soal kacaunya preparasi karena minim SDM, minim koordinasi dengan mereka para dosen, perbedaan prespektif, bahkan minim breefing sepertinya antar mereka yang katanya “panitia”.

satu persatu peserta mulai berdatangan dari berbagai penjuru, Bandara Sultan Hassanudin pun menjadi sasaran utama penjemputan. mereka para finalis pun tak tau mana yang panitia, mana yang peserta lain, mana yang warga sipil, dan mana-mana yang lain. belum lagi ada delegasi yang begitu berbakti kebada orang tuanya tapi cukup heboh semacam Ditta Putri yang langsung menelpon ibunya. para finalispun rata-rata menunggu cukup lama di bandara, menunggu mereka yang menjemput (masih tak tau siapa LO kami) dan menunggu kendaraan (katanya, tapi ya gak tau lagi). beruntunglah ada sedikit makanan disana dari orang2 yang katanya panitia (mana kita tau coba, tak ada ID card dan tak ada yang mengontak finalis sebelumnya).
sesampainya di Rektorat langsung saja tak banyak cakap absen, pembagian makanan dan pengundian nomer urut untuk presentasi keesokan harinya. mbok ya disambut dulu kek apa kek kita lelah lho setelah perjalanan itu, memang acaranya gratisan.. tapi tak begini (sambil nyanyi lagunya anang). singkat cerita tim delegasi dari Universitas Airlangga mendapat nomor urut 14 (dari 15 tim). kasihan juga mereka yang mendapat giliran akhir, semoga juri tak cukup ngantuk ketika menilai mereka. tapi masih ada Fitrawan Moefly Haskari yang menegosisasikan dengan Itapurnamasari Rahman agar bertukar nomor urut dikarenakan mereka tengah menjalani UTS, kasihan juga ya.. tapi salut dengan totalitas tim fitrah yang masih tetap berangkat ditengah2 ujian. walaupun sekedarnya TM kala itu memakan waktu cukup lama hingga larut malam kalau tak salah.. ckckck, dan banyak tim yang akhirnya belum selesai persiapan untuk presentasi besoknya, karena penginapan terpisah cukup jauh.
kegaduhan pagi hari di ramsis pun tak dapat terelakkan, ya bagaimana.. kamar mandi yang layak (emang ada ya.. perasaan ndak ada yang layak semua) terbatas, air kadang nyala banyak tidaknya dan para finalis dikejar waktu harus hadir di pembukaan sebelum presentasi. walaupun laki-laki membutuhkan waktu yang singkat di dalam kamar mandi (bukan maksud menyinggung kaum hawa, atau yang merasa) untuk mandi laki-laki sekalipun masih membutuhkan privasi dan yang paling penting air. kenapa sampai dibilang butuh privasi, bagaimana tidak kamar mandinya hampir semua pintunya rusak atau paling bagus pintunya bolong dah (oh men.. wth), ya para lelaki berharap saja semoga tak ada yang menggangu ke syahduan mereka didalam kamar mandi bersama sabunnya.
kemudian para finalis delegasi dari seluruh indonesia dikumpulkan di gedung ipteks Unhas untuk menikmati pembukaan acara. menikmati ? tidak juga, sebagian besar dari finalis terlalu lelah sehingga kehilangan interest mereka.. bahkan ada yang sampai tidur dengan pulasnya seperti delegasi dari unair Maliya Iezzateen.
1
seperti biasa, pembukaan di isi sambutan dari ini itu, bapak2 petinggi kampus (juga jatuhnya mahder ketika baru pertama duduk, mungkin beliau tidak tau kalau kursinya otomatis tertutup kalau tidak di duduki). dilanjut dengan tarian tradisional dan paduan suara (mungkin cuma ini yang menarik dilihat.. hahaha, entah para finalis menikmati seni atau menikmati ke elokan wajah mereka yang di depan). sebelum para finalis digiring ke ruangan masing-masing sesuai dengan subtema yang ditentukan oleh penyelenggara lomba.
2
Sub tema Pesisir menjadi tempat yang menarik untuk disimak, disini beragam delgasi dengan latar belakang yang keren-keren berkumpul. Ada Mawapres FPIK Universitas Haluoleo Muhamad Fajrin Ode yang dengan penuh percaya diri (Atau terpaksa karena anggota tim lainnya ndak datang) tampil seorang diri. Pemain Catur andalan(dan juga juara turnamen dota) Universitas Negeri Yogyakarta yang juga jago nulis sering lolos Roni Stmg setim dengan ahli fotografi Purno Adyatmoko dan mantan mapres fakultas Diana Prasastiawati. ada sejumlah ahli debat juga dari sumatra sekelas Alamsyah Norman dan partnernya dari Universitas Sriwijaya, ketua kamadiksi Uinsuska Riau Mahder Antoni bersama tim Rosmiatin dan alin. Tuan Rumah tak ketinggalan meloloskan andalannya the master, legend Fitrawan Moefly Haskari bersama zaken timnya yang sudah teruji juara dimana2 baik ketika bersama maupun sendiri Hanif dan Zizah. IPB mengutus wakil yang bahkan masih maba bung, maba 2016.. baru berapa bulan kuliah sudah berhasil membawa nama kampus ke ajang selevel nasional (kita dulu ngapain aja coba waktu bulan-bulan pertama kuliah.. sibuk tugas dan PPKMB). LKIM PENA Unismuh Makassar yang berusaha bangkit dari “tidur panjangnya” menggantungkan harapan pada Itapurnamasari Rahman dan sri. Delegasi dari Timur Jawa Dwipa Universitas Airlangga memiliki komposisi yang unik dimana Maliya Iezzateen ini masih final pertamanya, Ditta Putri ini final keduanya (di final pertamanya juara 1 dia.. mengingat waktu SMA beliau merupakan salah satu andalan NTB dalam berbagai ajang, masa kuliah sepertinya sedikit berbeda) dan Ahmad Farid Ary Wardhana yang terkenal sebagai seorang traveler penjelajah nusantara.
mengingat tiap subtema ada 15 tim, dan presentasi baru dimulai sekitar pukul 10 membuat presentasi di tiap subtema berjalan cukup panjang hingga menjelang magrib. jalannya presentasi terpotong dua kali ishoma membuat banyak delegasi yang mendapat nomor urut akhir banyak latihan dan mempersiapkan diri kecuali seorang traveler dari delegasi unair yang malah banyak tidurnya ketika rekan setimnya serius mempersiapkan diri. saat ishoma fasilitas umum masih menjadi catatan tersendiri (tidak beda jauh dengan kondisi 2 tahun lalu), dimana masjid cukup jauh dan hanya dapat ditempuh jalan kaki, toilet jauh dari kata layak.. kotor, air tak nyala, dan lain sebagainya, soal konsumsi.. ya tak boleh banyak protes.. ingat ini lomba gratis (tapi ndak gini juga seh). hanya ada mushola kecil yang digunakan bergantian para perempuannya, sementara yang laki-laki harus menunaikan ibadah ke masjid besar yang cukup jauh terasa bila jalan kaki (masjid kampusnya di ujung depan gerbang masuk.. nah tempat presentasinya sekitaran 400 meter dari gerbang). kondisi ini membuat molornya waktu cukup terasa.
menjelang akhir presentasi terjadi reuni singkat antara delegasi unair (yang juga mantan finalis PIKIR 2016 LKIM-PENA) dengan delegasi dari LKIM PENA Unismuh Makassar. yang menjadi bahasan utama mereka tentu, teknis acara.. mengingat acara selang waktunya tak terlalu jauh, dan sama-sama di makassar.. ya semacam supremasi kampus masing-masing dibawa disini.
3
setelah seluruh delegasi dari semua subtema menyelesaikan presentasinya, maka delegasi dikumpulkan di ruangan utama untuk penutupan acara. ya isinya masa-masa have fun n foto-foto (sambil menunggu peserta lain masuk, menanti makanan, dan menanti pengumuman pastinya). acara cenderung santai ini juga menjadi forum reuni bagi 3 orang alumnus LKTM edisi 2014 lalu, mereka datang dengan kondisi yang berbeda dengan 2 tahun lalu.. dimana Muhammad Riszky sudah mengoranye kan almamater merahnya dulu, Nuni Udiani sudah memegang gelar sarjana dan Ahmad Farid Ary Wardhana telah menjelajah berbagai kota di penjuru nusantara.
Ajang LKTM 2016 ini juga menjadi reuni kecil bagi alumni AEC Ambon di awal tahunnya.. ada delegasi dari Jambi Sri Wulan Rezeki, dari unhas ada Muhammad Iqbal Ramli, Rizka, dan Hanif, Delegasi jogja Roni Stmg, dari kendari Muhamad Fajrin Ode, dan spesialis traveler Ahmad Farid Ary Wardhana. memang ajang-ajang seperti ini seringkali menjadi sarana reuni bagi mereka dari berbagai daerah yang dipersatukan dan dipertemukan oleh setumpuk makalah.
6
selepas acara makan malam para delegasipun kembali ke ruangan utama untuk menanti yang paling ditunggu-tunggu.. apa itu, ya pengumuman hasil apa yang telah mereka perjuangkan tentunya. dan akhirnya Brawijaya juara sub tema kelautan, IPB juara sub tema umum dan diluar dugaan unair juara sub tema kelautan. detailnya bisa di cek di website resminya http://kemahasiswaan.unhas.ac.id/ne….
7
sebuah balas dendam yang cukup manis terutama bagi Ahmad Farid Ary Wardhana yang merupakan finalis ajang yang sama 2 tahun lalu, dimana dia lolos 2 sub tema dan tercecer semua di papan bawah. bagi Ditta Putri dan Maliya Iezzateen menyempurnakan rekor mereka tiap lolos final selalu menjadi juara 1. bagi tim Fitrawan Moefly Haskari, hanif dan zizah mungkin menjadi sebuah catatan tersendiri dimana mereka kalah poin 2 kali beruntun dan di kandang mereka di Makassar oleh orang yang sama dengan komposisi Tim yang berbeda (sebelumnya di PIKIR 2016 LKIM-PENA).
para delegasi pun akhirnya berhamburan untuk menyebar entah saling berkenalan, bercengkrama lebih dalam (mungkin ada juga yang PDKT disana ya Wallahua’lam) serta mengambil foto di berbagai sudut ruangan sebelum di “usir” untuk kembali ke penginapan agar tak terlalu larut.
ke esokan harinya, disinilah para finalis menyadari.. tak semua apa yang tertulis akan terealisasi seindah apa yang dijanjikan. loh maksudnya ?… iya para finalis di PHP, dalam poster lomba kita dijanjikan rute fieldtrip ke pulau, nyatanya.. ah sudahlah.. rute reguler Losari-benteng roterdam serta taman kota. tapi fotografi adalah sebuah seni mencari angle keindaah.. bukan seindah atau sehits apa tempatnya bukan gunyam Purno Adyatmoko. mungkin foto-foto berikut ini bisa menjadi gambaran tentang potensi dan bakatnya purno aka mas kacamata (begitu dia dikenalnya diantara sesama delegasi finalis). kalau butuh jasa fotografi untuk jogja dan sekitarnya bisalah kontak beliau.. inshaAllah harga juga sangat bersahabat kok 😀, untuk kualitas foto yang lumayan ajib.

terlalu lama berdebat antara warga lokal makassar dan perwakilan dosen membuat para delegasi cukup lama di taman itu hingga matahari cukup terik, kemudian para delegasipun melanjutkan perjalnaan ke pantai losari.. What ?? losari di siang bolong ??.. iya terbayangkan panasnya bagaimana, tapi itulah kondisi yang harus dapat dinikmati oleh para delegasi finalis (jangan terlalu banyak komplain.. ingat ini acara gratis tanpa biaya). tak salah juga ketika akhirnya banyak yang memutuskan untuk berteduh saja.. terumata mereka yang sudah pernah ke Makassar sebelumnya.

18

panasnya suasana kala itu membuat sejumlah delegasi memutuskan untuk akhirnya ke warung untuk makan coto dan palu basa.. ada juga yang penasaran pisang ijo sampai membayar cukup mahal untuk isi yang sebenernya hahahah (tanya Dini Novi Rohmah bagaimana rasanya bayar madumongso 40.000.. wkwkk)

19

kemudian destinasi terkahir sebelum semuanya semakin panas para finalis akhirnya dibawa ke pusat oleh-oleh dan benteng roterdam (tidak semua orang belanja kok. jadi banyak juga yang langsung menuju benteng roterdam). disana dapat terlihat sejumlah ironi dimana anak-anak kecil berjualan dengan sedikit pemaksaaan, dimana pembiaran, dimana.. ya Allah sampah berserakan dan anak-anak dibawah umur berjuang mencari nafkah.. kemana ya peran dinas sosial ??. benteng ini sendiri menyimpan sejarah mulai jaman belanda dan makassar tempo dulu.. banyak peninggalan-peninggalan menarik bagi mereka yang tertarik, tapi tak semua orang tertarik dengan sejarah bangsanya sendiri. bagaimana bisa jadi negara yang besar ?.. ingat proklamator Indonesia selalu berkata “JAS MERAH “ bukan berarti jas universitas hasanudin yang kebetulan warnanya merah tapi itu merupakan singkatan dari “ Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah “, dan ingat Bangsa Yang Besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya. dalam agama juga berulang kali dijelaskan belajarlah dari orang-orang sebelum kamu agar kamu tak merugi.

kalau mau gini terus, sejarah dijauhi.. bagaimana bisa membesarkan nama bangsanya ?.. generasi melenial yang akan bingung untuk eksis pribadi dan membesarkan nama sendiri. jauh dari cita-cita bangsa Indonesia.

Benteng ini menjadi destinasi terakhir yang dikunjungi oleh para delegasi, sebelum mulai berpencar sesuai jadwal penerbangan masing-masing, dan ke penginapan bagi mereka yang masih stay di makassar. Acara LKTM Unhas 2016 yang lumayan bagus sebenarnya, sayang kurangnya koordinasi membuat kami seakan dilepas di kota orang, padahal tak semua tau tempat disini, atau bisa cepat menyesuaikan diri. banyak kritik soal ini itu terutama penginapan yang jauh dari kata layak.. tapi yah, apa mau dikata.. acara gratis jadi para delegasi seakan tak punya hak untuk komplain, tapi apalah. LKTM Unhas 2016 memang murah, tapi bukan berarti murahan.. sederet ide-ide berkualitas untuk pengembangan Indonesia kedepannya tertuang dalam event ini.. hanya waktu yang dapat menjawab, apakah ide-ide cemerlang dari delegasi seluruh Indonesia ini akan menjadi kenyataan, atau mati di gagasan seperti kebanyakan ide dan kajian yang lain.

Acara seperti Ini memang perlu bagi para Mahasiswa untuk membuka pola pikir dan memperluas jaringan mereka, melepaskan hegemoni almamater sesaat untuk berinteraksi dengan mereka dari berbagai penjuru Negeri. tiap kampus punya cerita, tiap daerah punya warna.. tapi jangan lupa kita semua satu “Bhineka Tunggal Ika” dalam pertiwi Indonesia. Berkaryalah Nak.. Karena Indonesia butuh aksi nyata kita.. bukan sekedar sumpah-sumpah dan omong kosong janji palsu seperti “mereka” yang “katanya” wakil Rakyat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.